Pemerintah Belum Izinkan Pertamina Impor Tabung 3 kg

Pemerintah Belum Izinkan Pertamina Impor Tabung 3 kg

- detikFinance
Senin, 09 Feb 2009 12:10 WIB
Jakarta - Pertamina mengajukan izin impor atas 10 juta tabung elpiji 3 kg dan 1 juta tabung elpiji 12 kg pada 2009. Namun hingga kini pemerintah melalui Depperin belum memutuskan rekomendasinya.

"Depperin sedang mempelajari usulan tersebut," Kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Ansari Bukhari, kepada detikFinance, Senin (9/2/2009).

Diakuinya pihak Pertamina memang sudah melayangkan surat untuk mengajukan permohonan impor tabung pada beberapa waktu lalu. Namun hingga kini pihaknya belum menentukan sikap apakah memberikan rekomendasi atau tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana impor tersebut, kata Ansari, dimaksudkan untuk memenuhi tabung 3 kg oleh masyarakat umum yang tidak termasuk dalam program konversi.

"Adanya permintaan impor ini memperhatikan masih adanya perbedaan kemampuan suplai dalam negeri yaitu 36 juta tabung per tahun dengan target program sebanyak 46 juta tabung pada tahun 2009," katanya.

Ia menambahkan, impor tabung 12 kg sebenarnya tidak perlu menunggu rekomendasi dari Depperin. Berbeda dengan tabung 3 kg yang memang harus mendapat rekomendasi dari Depperin.

"Sedangkan tabung 12 kg tidak diatur importasinya dan pada saat ini tidak ada yang produksi karena produsen fokus untuk tabung 3 kg," jelas Ansari.

Katua Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab) saat Tjiptadi saat dihubungi terpisah mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat dengan Wapres Jusuf Kalla beberapa waktu lalu pihak Pertamina telah berkomitmen untuk menyerap 46 juta tabung yang akan diproduksi pada tahun ini. Diantaranya 10 juta akan diproduksi oleh 4 BUMN dan selebihnya 36 juta diproduksi oleh produsen tabung swasta.

"Waktu rapat  dengan  Wapres, beliau sempat bergurau, bagaimana sanggup 46 juta? Saya jawab sanggup, Pak. Ok, kalau begitu teken dengan sepuluh materai," ujar Tjiptadi menirukan. (hen/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads