Demikian disampaikan Dirut PLN Fahmi Mochtar disela-sela kunjungan Presiden SBY ke Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (9/2/2009).
Fahmi menjelaskan, proyek 10.000 MW memang akan didominasi listrik swasta (IPP/Independent Power Producer). Namun PLN tetap harus mendanai sebagianΒ pembangkit yang tidak dikerjakan oleh IPP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyek 10.000 MW ini akan fokus ke renewable energy seperti hydro dan geothermal. Porsi dominannya oleh IPP. Untuk sumber pendanaan, pembangkit porsi PLN akan didanai dari multilateral agency," katanya.
Beberapa komitmen yang sudah dikantongi PLN adalah JBIC, untuk pendanaan PLTGU Muara Tawar (1.200 MW) combined cycle gas turbine, ADB untuk sejumlah pembangkit panas bumi, dan World Bank untuk pembangkit tenaga air di Cisokan (1.000 MW).
Selain itu, saat ini PLN juga tengah fokus pada sejumlah proyek IPP. Antara lain adalah PLTU Cirebon (1x660 MW) yang didanai JBIC, ekspansi Tanjung Jati B (1x800 MW) oleh JBIC, ekspansi Paiton (1x800 MW) dari JBIC, infrastruktur PLTU Jateng (2x1000 MW) oleh IFC.
"Berbagai proyek IPP selain Cirebon, Tanjung Jati B dan Paiton expansion saat ini dalam proses persiapan baik aspek legal maupun teknis," kata Fahmi.
Proyek percepatan 10.000 MW tahap dua dibangun untuk mengantisipasi pertumbuhan beban. Pembangkit-pembangkit itu diharapkan bisa mulai beroperasi komersial pada 2011-2014.
"Program percepatan 10.000 MW (tahap satu) diperkirakan akan diserap seluruhnya oleh konsumen hingga tahun 2011. Maka perlu penambahan kapasitas baru mulai 2012," jelasnya.
Kapasitas program percepatan pembangkit 10.000 MW tahap dua mencapai 9.963 MW. Yang akan dibangun PLN adalah sebesar 3.649 MW dengan investasi sebesar US$ 3.824 juta dan sisanya oleh IPP sebesar 6.314 MW dengan investasi US$ 13.426 juta
Program percepatan pembangkit tahap 2 sebesar 9.963 MW tersebut terdiri atas PLTU 2.616 MW (26 persen), PLTGU 1.440 MW (14 persen), PLTP 4.733 MW (48 persen) dan PLTA 1.174 MW (12 persen)
Program percepatan pembangkit tahap dua ini berlokasi di Jawa dengan total kapasitas 4.337 MW dan di luar Jawa dengan total kapasitas 5.626 MW," tambahnya. (lih/dnl)










































