DPR 'Tahan' Dirut Pertamina

DPR 'Tahan' Dirut Pertamina

- detikFinance
Selasa, 10 Feb 2009 12:48 WIB
DPR Tahan Dirut Pertamina
Jakarta - Dirut baru Pertamina Karen Agustiawan yang tengah mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VII harus pergi mengikuti rapat dengan Presiden SBY. Namun Komisi VII keberatan dan menahan Karen agar tetap mengikuti rapat.

Keberatan pertama terlontar dari pimpinan rapat Sony Keraf. Menurut Sony, Rapat Dengar Pendapat yang membahas kinerja Pertamina termasuk berbagai program yang sedang dilakukannya seperti konversi minyak tanah ke elpiji sangat penting. Karena itu, ia meminta agar Karen tetap mengikuti rapat yang masih berlangsung.

"Ibu kan dipanggil Presiden untuk ikut rapat, tapi kita butuh Ibu di sini untuk mendengarkan masukan penting dari Komisi VII untuk kemajuan kinerja Pertamina," katanya dalam rapat yang digelar di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (10/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberatan lain juga datang dari anggota Komisi VII fraksi PAN Alvin Lie yang berpendapat Karen tidak akan dipecat meski terlambat mengikuti acara Presiden.

"Ibu tidak akan dipecat oleh Presiden jika Presiden tahu Ibu terlambat karena masih mengikuti RDP dengan komisi VII," katanya.

Anggota Komisi VII lainnya, Effendi Simbolon juga meminta seluruh direksi Pertamina tidak pergi dan tetap menjawab seluruh pertanyaan anggota Dewan.

"Saya mau semua direksi lengkap hadir disini dan menjawab semua pertanyaan kami," tegasnya.

Sebagai Dirut Pertamina, Karen dijadwalkan mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja ke pabrik Pupuk Kujang di Cikampek. Informasi yang dihimpun detikFinance, Presiden dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB dan sampai di lokasi pukul 14.00 WIB.

Selain Dirut Pertamina, sejumlah menteri juga akan mendampingi Presiden. Mereka adalah Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Mendag Mari Elka Pangestu, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Pimpinan Komisi VII DPR RI, Sonny Keraf mengatakan, Karen memang telah mengajukan izin untuk tidak menghadiri rapat kerja karena ada Rapat Kabinet Terbatas.

"Tadi pagi bu Karen minta izin ada rapat kabinet terbatas jam 12," katanya.

Tadinya rapat di DPR dijadwalkan bisa selesai karena banyak pertanyaan, namun ternyata harus diperpanjang hingga pukul 14.00 WIB karena banyaknya pertanyaan. Akhirnya diputuskan Pertamina akan menampung pertanyaan, selanjutnya Karena diminta memberikan jawaban pada rapat berikutnya.

Karen mengatakan, dirinya bukan hanya sekedar bertemu presiden. "Tapi ini Rapat Kabinet Terbatas untuk membahas pasokan gas untuk pupuk kujang yang pasokannya dari Pertamina," kata Karen.

Hingga pukul 13.45 WIB, Karen masih tertahan di DPR.

(lih/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads