Hal ini dikatakan oleh Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy S. Priatna dalam acara Seminar Nasional Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Di Era Krisis Keuangan Global, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (10/2/2009).
"Pasti akan ditambah, yang dievaluasi antara lain adalah dampak banjir, namun untuk keseluruhan masih dibahas antara Bappenas dan Depkeu," ujarnya.
Dalam tambahan stimulus fiskal di sektor infrastruktur ini, memang nantinya akan dimasukkan dana untuk penanggulangan banjir yang saat ini cukup meluas terjadi.
"Selain itu juga akan dimasukkan untuk irigasi pedesaan," imbuhnya.
Dedy mengatakan dari total stimulus infrastruktur sebesar Rp 10,2 triliun, hanya sekitar Rp 7,5 triliun yang sifatnya riil untuk pembangunan infrastruktur.
"Jumlah itu menurut saya terlalu kecil, harusnya lebih besar dari itu," katanya.
Sementara itu, dari data Departemen Keuangan, alokasi dana stimulus fiskal untuk peningkatan infrastruktur padat karya adalah Rp 8,4 triliun dengan rincian:
A. Belanja Infrastruktur Rp 7,8 triliun
- Pembangunan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum Rp 3,4 triliun
- Pembangunan infrastruktur bidang Perhubungan Rp 1,3 triliun
- Pembangunan Infrastruktur bidang Energi Rp 1 triliun
- Pembangunan Infrastruktur bidang Perumahan Rakyat Rp 700 miliar
- Pembangunan Infrastruktur Pasar Rp 300 miliar
- Pembangunan dan rehabilitasi Infrastruktur pertanian Rp 700 miliar
- Peningkatan pelatihan ketenagakerjaan Rp 300 miliar
- Rehabilitasi gudang penyimpanan bahan pokok Rp 100 miliar
B. PNPM Rp 600 miliar
Sementara itu Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Infrastruktur dan Properti Lukman Purnomosidhi mengatakan jumlah stimulus infrastruktur Rp 10,2 triliun memang sangat kurang.
"Kadin berpendapat dalam situasi krisis, infrastruktur harus digas, karena ekspor turun dan kita berharap dari pertumbuhan domestik. Jadi produk domestik harus dibangun lewat stimulus," paparnya.
Lukman berpendapat, stimulus fiskal harus tepat sasaran agar bisa benar-benar menggairahkan perekonomian dan daya beli masyarakat di saat krisis global terjadi.
(dnl/ir)











































