Â
Asisten Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Wahyu Utomo mengatakan untuk modal awal, Infrastructure Fund ini mendapatkan modal sebesar Rp 4 triliun.
Â
"Dananya memang Rp 1 triliun dari APBN 2008, kemudian dari ADB dan World Bank pada Februari atau Maret akan siap mengucurkan dana awal untuk Infrastructure Fund ini masing-masing sekitar Rp 1 triliun. Jadi total Rp 3 triliun, tapi ada kemungkinan ini bisa sampai Rp 4 triliun tambahannya dari ADB dan World Bank juga karena ada yang sifatnya pinjaman, ada yang sifatnya penyertaan," tuturnya di sela acara Seminar Nasional Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Di Era Krisis Keuangan Global, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (10/2/2009).
Â
Jadi dijelaskan Wahyu, tujuan pembentukan Infrastructure Fund ini adalah sebagai alternatif pembiayaan, karena biasanya pinjaman yang berasal dari perbankan memiliki tenor pendek.
Â
"Kalau kita lihat sekarang kalau misalkan pengembang susah dapat pembiayaan dari perbankan karena uang-uang di perbankan jangka pendek jadi dengan adanya Infrastructure Fund mudah-mudahn bisa lebih panjang," katanya.
Â
Infrastructure Fund dalam 5 tahun ke depan ditargetkan mempunyai dana sebesar Rp 20 triliun yang nantinya didapatkan dari lembaga-lembaga multilateral lain dan juga dari swasta.
Â
Infrastructure Fund ini nantinya dibentuk di bawah Departemen Keuangan dan saat ini pemerintah sedang menggodok struktur kelembagaannya.
(dnl/ir)











































