Β
Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Infrastruktur dan Properti Lukman Purnomosidhi dalam acara Seminar Nasional Mempercepat Pembangunan Infrastruktur di Era Krisis Keuangan Global, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (10/2/2009).
Β
"Untuk infrastruktur kita bukan bandingan dengan Thailand, Malaysia, Singapura, bahkan kita ada di bawah Kamboja. Apa dampak buruk dari infrastruktur tertinggal, buruknya infrastruktur memunculkan inefisiensi," tuturnya.
Β
Lukman mengatakan, padahal permintaan akan infrastruktur di Indonesia sangat besar untuk mendukung kegiatan bisnis. "Kita lihat bagaimana kondisi Pelabuhan Tanjung Priok, dan juga jalan by pass yang rusak dan banjir," katanya.
Β
Namun saat ini, Lukman mengatakan pembiayaan infrastruktur akan menjadi sulit dengan krisis ekonomi global yang terjadi. "Kita saat ini berebut dana-dana itu, kita adu insentif dan adu seksi, apalagi di negara lain juga butuh dana infrastruktur," jelasnya.
Β
Jadi baik dari segi infrastruktur fisik maupun pembiayaan, Indonesia dikatakan Lukman tertinggal dari negara-negara lain yang level-nya setara.
Β
"Masalahnya memang bukan hanya pendanaan, tapi kita harus lihat faktor lain, seperti perizinan, transportasi dan lainnya," katanya.
Β
Indonesia Negara Yang Beruntung
Β
Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Stabilisasi Sektor Kuangan Raden Pardede mengatakan di tengah krisis ekonomi global yang terjadi, Indonesia menjadi negara yang beruntung.
Β
"Karena kita tidak mengandalkan kepada external demand, kita tahu Singapura pertumbuhan ekonominya minus 5%, Malaysia mendekati 0%. Selain itu kita juga tidak tergantung pada external funding seperti pada tahun 1997/1998," tuturnya.
Β
Kemudian keberuntungan lain adalah dengan disahkannya UU PPh baru yang di dalamnya ada insentif penurunan PPh Badan dan Orang Pribadi.
Β
"Jadi keberuntungan ini mungkin yang memilikinya kita saja, semoga kita bisa melalui krisis global yang terjadi," tukasnya.
(dnl/ir)











































