Demikian disampaikan Dirjen Migas Evita LegowoΒ dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/2/2009).
Β
"Kami mengusulkan besaran alpha menggunakan nominal yang tetap," ungkapnya.
Β
Evita menjelaskan, jika ICP berada di kisaran US$ 40-50 per barel, maka besaran alphanya sekitar Rp 693,5 per liter. Namun jika ICP berada di kisaran US$ 50-60 per barel, maka alphanya mencapai RpΒ 704 per liter.
Β
Menurut Evita, perhitungan alpha BBM bersubsidi kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan pola perhitungan yang baru, diharapkan bisa lebih menjamin ketersediaan BBM di wilayah-wilayah yang terpencil.
"Sehingga saudara kita yang jauh dari jangkauan seperti di Wamena, Papua, kami akan minta Pertamina agar warga disana bisa mendapat BBM di tempatnya. Biasanya tidak sampai ke wilayahnya," ungkapnya.
Β
Pada kesempatan yang sama, Evita menyatakan pihaknya juga mengusulkan agar besaran alpha berbeda untuk setiap wilayah. Hal ini karena setiap daerah memilik biaya distribusi yang berbeda-beda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































