Hal ini disampaikan Dirjen Anggaran Depkeu Ani Ratnawati dalam Rapat Dengar Pendapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2009).
"Kalau nanti digunakan usulan ESDM yang baru 693-704 per liter, tentu saja subsidi total akan menjadi 36-37 Triliun," ujar Ani.
Jika dibandingkan dengan subsidi BBM tahun 2008 yang sebesar Rp 44 triliun, maka subsidi kali ini memang menurun. Namun jika dibandingkan dengan usulan APBNP 2009 yang sebesar Rp 24,5 triliun, maka usulan tersebut jauh lebih besar.
Untuk itulah, Ani meminta agar usulan Departemen ESDM yang mengubah alpha presentase menjadi nominal ditinjau ulang. Karena penerapannya akan memberikan beban yang lebih besar pada anggaran negara.
"Kami meminta untuk dihitung kembali sebaiknya dicari besaran alpha yang pas dengan Pertamina dan pemerintah," jelasnya.
Apalagi, menurut Ani, krisis ekonomi global yang tengah terjadi saat ini membuat kondisi perekonomian tidak dapat diprediksi. Pendapatan negara yang sudah ditargetkan untuk mendanai pengeluaran bahkan diperkirakan akan turun banyak dan berpengaruh pada defisit anggaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Dirjen migas Evita legowo mengusulkan agar alpha BBM bersubsidi menggunakan besaran nominal yang tetap. Evita menjelaskan Jika ICP berada dikisaran US$ 40-50 per barel maka alphanya Rp 693,5 per liter. Sedangkan jika ICP berada dikisaran US$ 50-60 per barel maka alphanya sebesar Rp 704 per liter.
APBN 2009 menggunakan alpha sebesar 8%, asumsi ICP US$ 80 per barel, nilai tukar rupiah Rp 9.400 dan total subsidi BBM sebesar Rp 57,6 triliun. Sementara skenario yang diajukan dalam APBNP 2009 menggunakan alpha 8%, asumsi harga ICP US$ 45 per barel dan nilai tukar rupiah Rp 11.000/US$ dan total subsidi BBM Rp 24,5 triliun.
(epi/lih)











































