Alpha BBM Bersubsidi di Maluku dan Papua Utara Termahal

Alpha BBM Bersubsidi di Maluku dan Papua Utara Termahal

- detikFinance
Rabu, 11 Feb 2009 13:22 WIB
Alpha BBM Bersubsidi di Maluku dan Papua Utara Termahal
Jakarta - BPH Migas mengusulkan penerapan alpha BBM bersubsidi yang berbeda di setiap wilayah. Dengan mekanisme seperti ini,maka alpha di wilayah Indonesia bagian timur akan lebih besar dibandingkan wilayah lainnya.

Dari data BPH Migas, Wilayah Distribusi Niaga (WDN) yang menaggung alpha paling besar adalah WDN XIII sebesar Rp 1.384 per liter. WDN XIII mencakup wilayah Maluku dan Papua Bagian Utara.

Selain itu WDN XIV yang mencakup sebagian Maluku dan Papua Bagian Selatan juga termasuk yang alpha paling mahal sebesar Rp 1.152 per liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data BPH Migas, berikut alpha masing-masing WDN yang diajukan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII MPR/DPR, Jakarta, Rabu (11/2/2009).
Β 
WDN I meliputi Pantai Utara Sumatera Bagian Barat alphanya Rp 759 per liter
WDN II meliputi Pantai Utara Sumatera Bagian Timur alphanya Rp 658 per liter
WDN III meliputi Sumatera Bagian selatan dan Kalbar alphanya Rp 568 perliter
WDN IV meliputi Banten, DKI Jakarta dan sebagian Bodebek alphanya Rp 681 perliter
WDN V meliputi Jawa Barat dan sebagian Bodebek alphanya Rp 593 per liter
WDN VI meliputi Jawa Tengah dan DIY alphanya Rp 625 per liter
WDN VII meliputi Jawa Timur alphanya Rp 845 perliter
WDN VIII meliputi Kalimatan Tengah dan Kalimantan Selatan alphanya Rp 772 per liter
WDN IX meliputi Kalimantan Timur alphanya Rp 606 per liter
WDN X meliputi Sulawesi Bagian Utara alphanya Rp 840 per liter
WDN XI meliputi Sulawesi Bagian Selatan alphanya Rp 721 per liter
WDN XII meliputi Bali, NTB, NTT alphanya Rp 997 per liter
WDN XIII meliputi Maluku dan Papua Bagian Utara alphanya Rp 1.384 per liter
WDN XIV meliputi Maluku dan Papua Bagian Selatan alphanya Rp 1.152 per liter

Menurut Tubagus, alpha di masing-masing WDN akan berbeda-beda karena biaya distribusinya pun memang berbeda.

"Karena daerah-daerah yang terpencil kan alphanya tidak mungkin 8%," katanya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads