Keenam sektor yang akan jadi fokus perhatian KPPU adalah sektor infrastruktur, energi, Minyak dan Gas (Migas) hulu-hilir, transportasi, pelayanan kesehatan publik dan pertanian (agroindustri).
Hal ini disampaikan oleh Ketua KPPU Benny Pasaribu dalam pemaparannya di acara rapat dengar pendapat di komisi VI, DPR RI Senayan Jakarta, Rabu (11/2/2009).
Benny menjelaskan secara umum KPPU akan tetap pada fokus upaya pengawasan persaiangan usaha tidak sehat dan monopoli yang terjadi pada tahun ini, meliputi:
- Adanya monopoli atau pengusahaan pasar oleh pelaku usaha terutama BUMN dan BUMD.
- Terkait hambatan atau kelangkaan dalam pasokan yang secara signifikan sehingga mempengaruhi ketidakstabilan pasar.
- Mengenai kenaikan harga yang tidak wajar, karena harga yang tinggi bisa menjadi indikasi adanya monopoli harga (monopoly pricing)
- Terkait pengelolaan lisensi atau hak monopoli.
Namun Benny menggarisbawahi, pemfokusan keenam sektor tersebut dirasa berat, terlebih lagi saat ini alokasi anggaran KPPU pada 2009 mengalami penurunan hingga 5,58% dari anggaran Rp 86,9 miliar pada 2008 menjadi Rp 82,089 miliar.
"Dirasa belum mencukupi untuk merealisasikan kebijakan dan program tahun 2009, kami mohon sekiranya Komisi VI DPR dapat membantu KPPU mendapat anggaran biaya tambahan," serunya.
(hen/qom)











































