Formula Harga Gas Senoro Tak Pakai Batas Atas dan Bawah

Formula Harga Gas Senoro Tak Pakai Batas Atas dan Bawah

- detikFinance
Rabu, 11 Feb 2009 16:01 WIB
Formula Harga Gas Senoro Tak Pakai Batas Atas dan Bawah
Jakarta - Formula harga jual gas Senoro tidak menggunakan batas atas (ceiling price) maupun batas bawah (floor price). BP Migas optimistis formula ini bisa memberikan keuntungan yang lebih besar pada negara.

Demikian disampaikan Kepala BP Migas R Priyono dalam rapat dengan pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (11/2/2009).

Menurut Priyono, harga jual gas Senoro ditentukan berdasarkan formula yang mengacu pada Japanese Crude Cocktail (JCC). Formula ini juga  menggunakan dua jenis slope yang berbeda, yaitu slope sebesar 6,7% untuk harga minyak di bawah US$ 45 per barel dan slope 12% untuk harga minyak di atas US$ 45 per barel.
 
"Slope yang relatif tinggi tersebut merupakan kompensasi dari tidak adanya floor price sehingga bila harga minyak meningkat maka harga gas juga meningkat tanpa dibatasi ceiling," ujar Priyono.
 
Priyono memperkirakan harga minyak mentah dunia untuk jangka menengah dan panjang akan berada di atas kisaran US$ 70 per barel. Hal ini karena permintaan minyak mentah untuk menjaga ketersediaan stok minyak dunia.
 
"Atas dasar perhitungan tersebut, BP Migas berpendapat formula harga Senoro dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi negara. Di samping itu, perjanjian jual beli juga mencantumkan klausul peninjauan gas apabila harga di bawah US$ 70 per barel," paparnya.
 
Priyono memaparkan Blok Senoro dioperasikan oleh JOB Pertamina dan Medco E&P Tomori. Saat ini operator telah mengebor lima sumur gas produksi dan sedang mempersiapkan pengeboran dua sumur tambahan yakni Senoro#6 dan Cendanapura#1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Produksi direncanakan akan dimulai pada tahun 2013 dengan laju aliran gas rata-rata 227 MMScfd," tambahnya
 
Gas dari lapangan-lapangan tersebut, akan digunakan untuk memasok kebutuhan kilang Donggi Senoro LNG (DSLNG).
 
"Pejanjian jual beli dengan PT DSLNG sudah ditandatangani pada 22 Januari 2009, dan akan sepenuhnya efektif setelah selesainya perjanjian penunjukan penjual dengan BPMIGAS dan persetujuan harga dari pemerintah," ujarnya. (epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads