KPPU: Industri Semen Mengarah ke Oligopoli

KPPU: Industri Semen Mengarah ke Oligopoli

- detikFinance
Rabu, 11 Feb 2009 16:22 WIB
KPPU: Industri Semen Mengarah ke Oligopoli
Jakarta - Komisi Pengawas Persaiangan Usaha (KPPU) menilai sektor industri semen mulai mengarah pada praktek oligopoli. Industri semen nasional masih terkonsentrasi pada tiga produsen utama, yaitu Semen Gresik (Holding), Indocement dan Holcim.
 
Dengan demikian, maka struktur industri semen bisa dikatakan masuk dalam katagori persaingan usaha yang tidak sehat. Hal ini ditandai adanya kenaikan harga yang sistematis dan kelanggakaan yang mengerek harga jual semen.
 
Hal ini disampaikan oleh Ketua KPPU Benny Pasaribu dalam acara rapat dengar pendapat dengan komisi VI DPR RI, Rabu (11/2/2009).
 
"Penguasaan ketiga grup produsen semen cenderung mengarah kepada struktur oligopoli dengan kisaran penguasaan kapasitas produksi hingga 89% dari total nasional," ujarnya.

Dikatakannya berdasarkan data Departemen Perindustrian justru yang mencengangkan tingkat utilisasi produksi semen masih rendah. Misalnya pada tahun 2007 dan 2008 dimana utilisasi pabrik semen hanya mencapai 49%. Artinya seharusnya para produsen bisa terus memaksimalkan produksi sehingga bisa mencukupi kebutuhan nasional.
 
"Sudah ada fenomena kenaikan harga yang sistematis sejak 2007, berdasarkan informasi semester II 2009, diprediksi harga semen akan kembali naik sebesar 5% sampai 10%," imbuhnya.
 
Selain itu juga, indikasi pasar yang tidak sehat dapat terlihat dari masih adanya kelangkaan produk semen yang masih sering terjadi di daerah di luar Jawa seperti Papua, Sumut dan Sulawesi.
 
"Fenomena kelangkaan ini juga dibarengi dengan harga yang tinggi ditingkat Pengecer," ujarnya.
 
Menurut Benny, industri semen termasuk dalam industri strategis yang sangat penting dan berperan sebagai barang atau bahan pokok yang strategis. Untuk itu pengawasan terhadap sektor ini menjadi salah satu konsen pengawasan KPPU di tahun 2009 ini.
 
"KPPU akan terus mengkaji dan memonitor perkembangan dan dinamika yang terjadi dalam industri semen," kata Benny. (hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads