Hal ini disampaikan kepala BP Migas Priyono dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2009)
"Untuk DMO Senoro tetap ada dan ini akan ditanggung oleh Pertamina supaya proyek ini ekonomis. Pertamina itu enitas bisnis yang besar yang memiliki banyak lapangan di Indonesia. Namun pasokannya dari lapangan mana, belum bisa kami pastikan," ungkap Priyono.
Kewajiban memasok dalam negeri yang harus dipenuhi lapangan gas Senoro adalah sebesar 25% dari produksi yang mencapai 2 juta metrik ton per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertamina merupakan operator lapangan gas Senoro. Gas dari lapangan itu akan dijual ke kilang Donggi Senoro LNG (DSLNG) dengan formula harga yang tidak menggunakan batas atas maupun batas bawah.
(epi/lih)











































