Demikian tercantum dalam bahan rapat panitia angket DPR mengenai kebijakan pemerintah menaikan harga BBM yang disampaikan Pertamina hari ini.
"Start up operation Kilang Banten 2012, untuk desain engineering phase April 2009," demikian tercantum dalam bahan tersebut yang dikutip detikFinance, Rabu (11/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai tahap awal, kilang akan dibangun dengan kapasitas 150.000 bpd terlebih dulu. Pada saat itu, kilang akan minyak dari NIORDC-Iran yang terdiri dari 50 persen Iranian Extra Heavy Crude dan 50 persen sisanya Heavy Crude. Kilang ini juga akan mendapat bahan baku gas sebesar 110 mmscfd dari PGN dan PT Bags.
Kilang Banten didesain dengan kompleksitas tinggi untuk menghasilkan BBM dan petrokimia. Dimana produknya diarahkan untuk pasar domestik dan untuk pasar ekspor.
"Tipe produk yang akan dihasilkan kilang ini adalah LPG, Avtur, Gasoline ON NM/95, Diesel, Fuel Oil, Coke dan Sulfur," tambah data tersebut.
Saat ini, proyek sedang dalam pembahasan finalisasi kerjasama Pelindo II dan Pertamina mengenai status lahan, pembahasan harga lahan (sewa atau leasing), kompensasi port servive untuk Pelindo (handling & storage fee), finalisasi Bankable Feasibility Study (BFS) kilang Banten dengan Axens serta korespondensi dengan Licensor dan BED contractor.
(epi/lih)











































