Pemanfaatan Sumur Tua Dimulai April 2009

Pemanfaatan Sumur Tua Dimulai April 2009

- detikFinance
Rabu, 11 Feb 2009 18:44 WIB
Pemanfaatan Sumur Tua Dimulai April 2009
Jakarta - Pilot project pemanfaatan sumur-sumur tua akan mulai dilakukan pada April 2009. Meski potensinya kecil, namun produksi sumur tua ini cukup ekonomis dikelola koperasi ataupun BUMD.
Β 
"Mudah-mudahan April ini akan ada pilot project untuk pemanfaatan
sumur tua," ujar kepala BP Migas Priyono dalam rapat dengar pendapat dengan komisi VII DPR, di gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/2/2009)
Β 
Selain melaksanakan pilot Project, lanjut Priyono, pihaknya juga akan mengeluarkan Standard Operating Procedure (SOP) mengenai mekanisme pengelolaan sumur tua. SOP ini penting untuk menjaga keamanan operasional pengelolaan sumur tua.
Β 
"Ada 10.000 sumur tua di lapangan. Jika dinyatakan terbuka, namun kalau terjadi sesuatu, maka yang bertanggungjawab secara operasional siapa? Sebab ini menyangkut kegiatan operasional migas yang mudah terbakar dan mudah meledak sehingga kita sangat berhati-hati dalam memberikan ijin," paparnya.
Β 
Karena produksi sumur-sumur tua ini kecil, maka akan lebih ekonomis jika dikelola oleh KUD atau BUMD.

"Nanti dikelola KUD dan BUMD sebab produksinya kecil, 1 sumur paling 2-5 barel. Misalkan ada 10.000 sumur, jadinya 50 ribu barel," ungkapnya.
Β 
Priyono menjelaskan sumur tua yang dimaksud adalah sumur yang ditutup sebelum tahun 1970 dan sudah tidak berproduksi lagi. Β 
Β 
Priyono menambahkan, sampai akhir tahun 2008 BP Migas telah melakukan inventarisasi sumur tua terhadap 18 kontraktor KKS. Hasil inventarisasi tersebut menunjukan ada 6 kontraktor KKS yang memiliki sumur tua di daerah operasinya.

Keenam KKKS itu adalah Kalrez (123 sumur), CPI (236 sumur), PT Pertamina EP area Cepu (1.967 sumur), PT Pertamina UBEP Lirik (30 sumur), dan PT Pertamina EP Area Lirik (7 sumur) serta Kalila (Bentu-Korinci Baru, 8 Sumur).
Β 
"Dari sumur-sumur tersebut, lanjut Priyono terdapat 41 sumur di sekitar Cepu (Dandangilo dan Wonocolo) yang siap dikerjasamakan," paparnya.
(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads