Laba bersih kelompok usaha Singapore Airlines pada periode tersebut tercatat hanya sebesar $ 337 juta. Jumlah ini menunjukkan penurunan yang drastis sebesar 42,8% atau $ 253 juta dibanding periode yang sama sebelumnya.
Dalam keterangan tertulisnya, laba bersih Singapore Airlines terkuras karena turunnya pendapatan dan naiknya pengeluaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu faktor yang paling mempengaruhi anjloknya laba adalah kerugian transaksi hedging harga avtur. Kerugian yang diderita Singapore Airlines mencapai $ 341 juta.
Seperti diketahui, harga avtur memang sudah turun dari tingkat yang paling tinggi pada bulan Juli 2008 sebesar US$ 171 per barel. Namun turunnya harga avtur justru membuat perusahaan rugi karena adanya transaksi hedging avtur di harga yang tinggi.
"Meskipun penurunan harga avtur tersebut turut membantu mengurangi pengeluaran avtur sebesar $ 125 juta, kerugian yang diakibatkan hedging telah mencapai $ 341 juta. Namun demikian harga barang lainnya tetap stabil," tambah keterangan tersebut.
Selain avtur, pengeluaran kelompok usaha Singapore Airlines mencapai $ 125 juta atau 5,5% lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Β
Fluktuasi valuta asing juga ikut mendorong turunnya keuntungan operasional sebesar $ 144 juta. Hal ini disebabkan turunnya nilai tukar mata uang lain seperti Dolar Australia, Poundsterling dan Euro, yang melemah terhadap Dolar Singapura, meskipun Yen dan Dolar AS menguat.
Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
Sementara keuntungan operasional kelompok usaha tercatat sebesar $357 juta selama kuartal ketiga atau turun $ 318 juta (47,1%)dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Keuntungan operasional perusahaan penerbangan induk mencapai $ 314 juta atau turun $ 199 juta (38,7%) dari tahun sebelumnya. Sementara itu hasil operasional dari para anak perusahaan utama adalah sebegai berikut:
- Keutungan SATS Group mencapai $ 43 juta (-7,7%)
- Keuntungan SIA Engineering mencapai $ 29 juta (+53,9%)
- Keuntungan SilkAir mencapai $ 12 juta (-17,2%)
- SIA Cargo mengalami kerugian sebesar $ 46 juta (dibandingkan dengan keuntungan $ 73 juta pada tahun sebelumnya)
Kinerja April-Desember 2008
Sepanjang April hingga Desember 2008, kelompok usaha Singapore Airlines mencatat laba bersih sebesar $ 1,020 miliar. Angka ini merupakan penurunan sebesar $ 502 juta (33,0%) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar $ 1,522 miliar.
Pendapatan kelompok usaha tumbuh $ 810 juta (6,8%) menjadi $ 12,675 miliar. Pengeluaran juga turut naik menjadi $ 11,743 miliar, 15%, atau $ 1,535 miliar lebih besar akibat adanya kenaikan penegeluaran untuk avtur. Harga rata-rata avtur untuk periode April-Desember 2008 naik 44,8% dari US$ 94 per barel menjadi US$ 137 per barel, yang mengakibatkan kenaikan pengeluaran avtur sebesar $ 1,462 miliar.
"Akibat dari hal tersebut, keuntungan operasional kelompok usaha jatuh $ 725 juta (43,8%) menjadi $ 932 juta," katanya.
Prediksi
Singapore Airlines memperkirakan permintaan terhadap transportasi udara diperkirakan akan tetap melemah pada tahun 2009.
Pendapatan hedging avtur untuk sembilan bulan pertama pada tahun buku 2008-09 mencapai $ 191 juta. Untuk periode Januari ke Maret 2009, sebanyak 44% dari avtur yang dibutuhkan kelompok usaha atau kurang lebih 3,7 juta barel telah ditetapkan pada harga rata-rata avtur sebesar US$ 131 per barel.
"Perusahaan akan terus memantau pola permintaan serta akan membuat penyesuaian yang dianggap perlu pada jadwal penerbangan dan kapasitas penerbangan sambil mengelola pengeluaran secara ketat," tambahnya.
(lih/asy)











































