Mic Mati Saat Pidato, SBY Mendongeng

Mic Mati Saat Pidato, SBY Mendongeng

- detikFinance
Kamis, 12 Feb 2009 15:12 WIB
Jakarta - Insiden kecil memang bisa sangat berpengaruh dalam keberhasilan. Termasuk masalah kecil seperti matinya microphone atau mic. Padahal mic sangat penting dalam sebuah rapat yang dihadiri banyak peserta.

Insiden ini terjadi saat kunjungan kerja SBY ke kantor pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (12/2/009). Ini adalah kunjungan pertama SBY ke Pertamina setelah Karen Agustiawan menjadi Dirut.

Awalnya, saat Presiden mau berbicara tiba-tiba microphonenya tidak berfungsi. Ia pun mengecek pada petugas kerumahtanggaan (rumgas).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kapan diceknya?" tanya SBY.

Selang beberapa menit kemudian, akhirnya mantan Kapolri yang kini menjadi Komut Pertamina Sutanto memberikan microphonenya ke SBY.

Mendapat mic yang akhirnya bisa digunakan, SBY pun mulai membuka mulut. Tapi bukannya langsung membuka rapat, SBY pun mendongengkan sebuah analogi terkait matinya mic.

Ia memulai dongengnya dengan menganalogikan sebuah rapat kerja dengan pertempuran.

"Ketika akan menghadapi sebuah pertempuran, ada kuda yang sepatunya tidak terpasang dengan baik dan kuda itu digunakan komandan perang," katanya.

Ungkapannya ini mirip dengan tidak berfungsinya mic yang seharusnya dipakai orang nomor satu di Indonesia itu. Ia pun melanjutkan dongengnya.

"Ketika di medan perang, sepatu kuda itu terlepas. Sehingga kaki kuda lemah. Kuda itu jatuh, sehingga otomatis komandan terjatuh dan tidak dapat memenangkan peperangan," ujarnya.

Setelah menceritakan hal itu, ia pun memberikan penjelasan apa yang dimaksudnya dengan cerita beliau tersebut. Ia menekankan pentingnya memeriksa semua persiapan bahkan hal-hal yang kecil sekalipun.

"Oleh karena itu, saya selalu meminta cek dan ricek hal-hal kecil. Karena hal itu juga akan menentukan keberhasilan.
Makanya saya selalu mengecek ketika event-event internasional," katanya.

Menurut SBY, dalam acara internasional, ia selalu mengecek dimana orang-orang penting akan duduk. Baginya, posisi duduk juga termasuk hal yang penting untuk mencapai tujuan.

"Saya cek dimana Ban Ki Moon duduk, Kofi Anan duduk. Karena ini penting agar tujuan kita tercapai," katanya.

Usai memberi wejangan, ia pun mulai membuka rapat tersebut.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads