Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Kamar Dagang dan Indistri (Kadin) bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Benny Soetrisno saat ditemui di Departemen Perdagangan, Kamis (12/2/2009).
"FTA hati-hati dulu lah, jangan bernafsu jadi yang gagah, yang penting untungnya atau benefitnya buat kita apa," tanya Benny.
Benny menegaskan beberapa negara yang akan menjadi calon kerjasama FTA umumnya justru lebih unggul dari sisi perdagangan, karena secara nilai dan volume Indonesia masih tertinggal. Terlebih lagi negara-negara tersebut justru memiliki kelebihan semua barang yang ada di Indonesia justru dimilikinya.
"Ekspor kita kesana apa, jangan seperti Autralia telah menjajah kita dengan produk dagingnya ke Indonesia," jelasnya.
Lebih rinci lagi ia mencontohkan, negara seperti India justru berpotensi menghancurkan kepentingan para pengusaha Indonesia termasuk produk tekstil dan sebagainya.
"Untuk India, Ibu (Menteri Perdagangan) harus memperhatikan para pelaku dunia usahanya itu, karena kalau mereka masuk akan dilibas kita. Kalau tekstil dan tekstil maka akan kalah," ucapnya.
(hen/lih)











































