Hal ini dikatakan oleh Gubernur BI Boediono dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2/2009).
"Indonesia sebenarnya sampai saat ini posisi kita relatif baik, di Asia hanya 3 negara yang pertumbuhannya positif yaitu Cina, India dan Indonesia. Sementara Malaysia 0% dan yang lainnya negatif," tuturnya.
Dalam rapat tersebut Boediono menceritakan hasil pertemuan bank sentral se-Asia Pasifik yang dihadirinya beberapa waktu lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.
"Suasana yang ditangkap dari pertemuan itu, hampir semua bank sentral, situasi global tampaknya lebih buruk dari yang dibayangkan, dan pemburukannya akan semakin sangat cepat. Jadi saat ini mereka memikirkan bagaimana memperkuat ketahanan masing-masing negara," tuturnya.
Karena itu menurut Boediono, Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan, karena dampak krisis ekonomi global yang datang berangsur-angsur. "Kita perlu siapkan diri menghadapi krisis yang mungkin lebih dalam dan panjang, jadi kita perkuat stamina," ujarnya.
Untuk asumsi pertumbuhan ekonomi 2009 Indonesia menurut BI adalah 4-5%. "Dengan downside risk atau risiko ke bawah cukup besar," jelasnya.
Untuk inflasi 2009 diperkirakan 5-7%, suku bunga SBI 3 bulan adalah 7,5%, dan nilai tukar rupiah Rp 11.000/US$.
(dnl/qom)











































