SBY Ajukan 3 Syarat untuk Mitra Pertamina di Natuna

SBY Ajukan 3 Syarat untuk Mitra Pertamina di Natuna

- detikFinance
Kamis, 12 Feb 2009 19:03 WIB
SBY Ajukan 3 Syarat untuk Mitra Pertamina di Natuna
Jakarta - Memilih partner Pertamina untuk menggarap Natuna D Alpha memang tidak mudah. Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setidaknya ada tiga syarat yang harus dipenuhi mitra Pertamina.

Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai rapat kunjungan kerja di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (12/2/2009).

Syarat pertama adalah memiliki kemampuan secara finansial. SBY menjelaskan, mengembangkan lapangan gas Natuna tidaklah murah dan membutuhkan investasi yang besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syarat kedua adalah memiliki kredibilitas teknologi. Seperti diketahui, karakteristik gas Natuna mengandung CO2 yang sangat tinggi. Sehingga membutuhkan teknologi canggih yang bisa memisahkan CO2 dari gas yang akan digunakan.

Syarat ketiga, mitra Pertamina haruslah perusahaan yang sudah berpengalaman menjalankan usaha di Indonesia.

"Partner yang dipilih harus memiliki kemampan dan kredibilitas baik dari segi finansial, teknologi serta berpengalaman menjalankan usahanya di Indonesia," katanya.

Cegah Intervensi


Ia juga menekankan pemerintah akan mencegah intervensi dalam bentuk apa pun pada proses Natuna ini. Pemilihan mitra Pertamina ini harus berlangsung secara fair dan transparan.

"Saya cegah intervensi apapun supaya tidak ada conflict of interest. Penentuan mitra Pertamina, saya kasih kesempatan pada tim untuk secara tepat, terbuka, sistemik dan accountable dalam merumuskannya. Yang penting partnership ini betul-betul fair. Memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi perekonomian negara dan Pertamina," katanya.

Menurut Dirut Pertamina Karen Agustiawan, proses pemilihan partner Pertamina yang dilakukan saat ini masih dalam tahap awal. Pertamina masih mengantongi 8 nama sebagai calon mitra Pertamina.

"Saat ini Natuna masih fase pertama, masih ada 8 calon. Kami sedang membahas term and condition dengan pemerintah," ujarnya.
(lih/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads