Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai rapat kunjungan kerja di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (12/2/2009).
Syarat pertama adalah memiliki kemampuan secara finansial. SBY menjelaskan, mengembangkan lapangan gas Natuna tidaklah murah dan membutuhkan investasi yang besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarat ketiga, mitra Pertamina haruslah perusahaan yang sudah berpengalaman menjalankan usaha di Indonesia.
"Partner yang dipilih harus memiliki kemampan dan kredibilitas baik dari segi finansial, teknologi serta berpengalaman menjalankan usahanya di Indonesia," katanya.
Cegah Intervensi
Ia juga menekankan pemerintah akan mencegah intervensi dalam bentuk apa pun pada proses Natuna ini. Pemilihan mitra Pertamina ini harus berlangsung secara fair dan transparan.
"Saya cegah intervensi apapun supaya tidak ada conflict of interest. Penentuan mitra Pertamina, saya kasih kesempatan pada tim untuk secara tepat, terbuka, sistemik dan accountable dalam merumuskannya. Yang penting partnership ini betul-betul fair. Memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi perekonomian negara dan Pertamina," katanya.
Menurut Dirut Pertamina Karen Agustiawan, proses pemilihan partner Pertamina yang dilakukan saat ini masih dalam tahap awal. Pertamina masih mengantongi 8 nama sebagai calon mitra Pertamina.
"Saat ini Natuna masih fase pertama, masih ada 8 calon. Kami sedang membahas term and condition dengan pemerintah," ujarnya.
(lih/ddn)










































