Hal ini disampaikan oleh Anggota Dewan Pertimbangan Kadin Siswono Yudohusono dalam acara diskusi parpol dengan pengusaha, di Jakarta, Jumat (13/2/2009).
"Selama ini lebih banyak sapi yang dipotong dari pada yang lahir," ujar Siswono berseloroh disambut riuh para hadirin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap tahun Indonesia harus impor daging dan sapi hidup setara 650.000 ekor sapi," jelasnya.
Kondisi ini menurutnya masih diutungkan dengan tingkat konsumsi daging penduduk Indonesia per kapitanya yang hanya 7 kg daging per tahun, sedangkan Malaysia negara serumpun Indonesia mencapai 48 kg per tahun.
Sehingga jika masyarakat Indonesia, kedepannya mengalami peningkatan konsumsi daging per kapita maka dipastikan akan semakin kekurangan, yang selama ini 30% daging harus diimpor dari kebutuhan nasional per tahun.
Sementara itu Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring mengatakan pihak sangat sepakat untuk melakukan peningkatan produksi bagi pengembangbiakan sapi dalam negeri.
"Soal sapi kalau perlu kita kawinkan, sapi Indonesia kan kalau sama yang bule...," ujarnya berseloroh.
(hen/dnl)











































