Alasan Pemerintah Tak Turunkan Harga BBM

Alasan Pemerintah Tak Turunkan Harga BBM

- detikFinance
Jumat, 13 Feb 2009 17:34 WIB
Alasan Pemerintah Tak Turunkan Harga BBM
Jakarta - Banyak kalangan mendesak pemerintah untuk kembali menurunkan harga BBM. Departemen ESDM pun mengungkapkan alasan pemerintah mengapa tidak menurunkan harga BBM lagi.

Dirjen Migas Departemen ESDM Evita Legowo menjelaskan, pihaknya memang tidak merekomendasikan ke pemerintah kembali menurunkan harga BBM pada bulan ini. Alasannya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sedang jelek dan harga minyak mentah yang mulai kembali naik.

"Dolar lagi jelek, harga crude juga sudah mulai naik," ungkapnya di Gedung Patra Jasa, Jakarta, Jumat (13/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun menguatkan pernyataan Presiden SBY sebelumnya bahwa harga BBM memang belum akan turun pada 15 Februari 2009.

"Kalau dilihat penurunan sebelumnya, biasanya dua hari sebelumnya sudah ada pengumumankan. Hari ini ada pengumuman atau tidak? Tidak ada kan," ujar Evita.

Pada kesempatan yang sama, Evita juga membenarkan pendapat panitia angket BBM  bahwa harga keekonomian BBM berada di angka Rp 3.900 per liter.

Namun ia menegaskan, harga BBM sebesar Rp 3.900 tersebut merupakan harga keekonomian tanpa pajak. Sementara harga BBM yang dijual di SPBU adalah harga yang sudah termasuk pajak.

"Rp 3.900 per liter itu benar, tapi tanpa pajak. Kalau dengan pajak ya sekitar  Rp 4.500 per liter," paparnya.

Saat dikonfimasi mengenai keuntungan pemerintah dari penjualan premium di bulan Januari 2009 yang mencapai Rp 1,5 triliun-Rp 2 triliun, Evita enggan mengometarinya.

"Kalau untungnya berapa tanya ke Depkeu. Kalau Desember kemarin saya tahu karena ada bisikan dari Depkeu. Tapi
Januari itu harusnya lebih murah," ungkapnya.

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads