Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (13/2/2009).
"Mereka masih bicara infrastruktur, pertambangan, perkebunan, dan pelabuhan. Kalau properti, untuk sementara nggak dulu," jelasnya.
Sejak Senin (9/2/2009), ia bertolak ke Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Dubai, dan Bahrain sebagai utusan khusus presiden dalam rangka mengundang beberapa kepala negara supaya datang di forum tersebut.
"Tanggapannya positif. Nanti mereka akan konfirmasi," katanya.
Ia mengatakan, forum tersebut ditujukan supaya menjadi sebuah media investasi bagi negara-negara Islam di dunia. Dalam forum tersebut, akan diusahakan supaya lebih banyak investasi dan kerjasama antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha negara timur tengah.
"Dalam forum yang kelima ini keliatannya yang mendaftar sudah banyak. Kebanyakan para pebisnis," ungkapnya.
Ia mengatakan, sesuai instruksi dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, kemampuan Indonesia dalam mengatur pertemuan internasional ini harus bisa dilaksanakan sebaik mungkin.
Ia mengaku, dalam kunjungan tersebut, pihaknya sekaligus melakukan roadshow di Dubai dengan beberapa pengusaha yang tertarik menginvestasi di Indonesia.
"Dengan Emar saya bicara lewat telepon, kemudian ketemu dengan Rasalkhaimah, mereka yang punya proyek di Kalimantan Timur," ujarnya. (ang/lih)











































