Semua program yang dipaparkan belum terlalu menyentuh dari keinginan para pengusaha
terutama dalam mendapatkan permasalahan jangka pendek yang dihadapi pengusaha.
"Yah 1:1 lah," kata Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik
Benny Soetrisno usai acara diskusi parpol dengan para pengusaha, di Jakarta, Jumat
(13/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
yang disampaikan hampir mirip-mirip. Bahkan dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
hampir semuanya belum mengena.
"Kalau saat ini krisis, obatnya apa? jangka pendeknya. Untuk subsidi-subsidi mesin
itu jangka menengah panjang itu. Tapi jangka pendeknya belum bisa jawab," ujar
Benny.
Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko
mengatakan pemaparan masalah jangka menengah dan jangka panjang, PKS terlihat lebih siap dari pada PDIP. "Tapi jangka pendek PKS agak lost," ucapnya.
Ia mencontohkan mengenai permasalahan UU No 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan dan amnesty pajak, pihak PKS terlihat belum terlalu mengerti.
"Kalau PDIP, itu kesannya ditanya A jawabnya B, jawabannya diplomatis, selalu nostalgia masa lalu," kata Eddy.
Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengatakan bahwa pihaknya, untuk pertama kali melakukan acara diskusi antara partai politik dan pengusaha dengan tujuan untuk memberikan komunikasi dan keterbukaan antara kedua belah pihak.
"Nantinya setiap tahun akan kita evaluasi, apa yang sudah dikerjakan, jadi mereka tidak bisa memungkiri apa yang sudah terjadi, khusus bagi parpol yang menang," ujar Sofjan.
(hen/qom)











































