8 BUMN akan Didivestasi di 2009

8 BUMN akan Didivestasi di 2009

- detikFinance
Senin, 16 Feb 2009 11:30 WIB
8 BUMN akan Didivestasi di 2009
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melakukan privatisasi terhadap sekitar 20 perusahaan negara tahun ini. Delapan diantaranya akan dilepas seluruh kepemilikan saham pemerintah atau didivestasi.

Demikian hal itu diungkapkan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di sela-sela rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (16/2/2009).

"Program ini merupakan Program Tahunan Privatisasi (PTP) tahun 2009 yang merupakan carry over 2008 yang memerlukan arahan kembali dari Komite Privatisasi dan rekomendasi Menteri Keuangan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Delapan BUMN yang akan dilepas seluruh sahamnya antara lain PT Rukindo (strategic sales maksimal 100 persen divestasi), PT Bahtera Adiguna (strategic sales maksimal 100 persen divestasi), PT Industri Sandang (strategic sales maksimal 100 persen divestasi), PT Sarana Karya (strategic sales maksimal 100 persen divestasi), PT Cambrics Primissima (strategic sales maksimal 52,79 persen divestasi), PT Industri Gelas (strategic sales maksimal 63,82 persen divestasi), PT Semen Kupang (strategic sales maksimal 61,48 persen divestasi), dan PT Rekayasa Industri (IPO maksimal 4,87 persen divestasi).

Dua BUMN akan diprivatisasi tanpa menghabiskan kepemilikan pemerintah antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk dengan maksimal 4,24 persen (sisa saham divestasi 2007 dengan maksimal dilusi 15 persen) dan PT Semen Baturaja dengan maksimal dilusi 35 persen.

Ia mengatakan, ada sembilan BUMN yang diharapkan bisa diprivatisasi dengan mekanisme IPO tahun ini. Perusahaan plat merah yang masuk daftar tersebut antara lain PT Pembangunan Perumahan (dilusi maksimal 30 persen), PT Waskita Karya (dilusi maksimal 35 persen). PT Bank Tabungan Negara (dilusi maksimal 30 persen), PT Krakatau Steel (dilusi maksimal 30 persen), PT Garuda Indonesia (dilusi maksimal 49 persen), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (dilusi maksimal 30 persen), PTPN IV (dilusi maksimal 30 persen), PTPN VII (dilusi maksimal 30 persen), PT Jasa Asuransi Indonesia (dilusi maksimal 30 persen).

Sedangkan untuk PT Adhi Karya Tbk privatisasi akan dilakukan melalui secondary offering sebanyak maksimal 30 persen.

(ang/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads