Dividen sebesar itu akan disumbang oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
Demikian hal itu diungkapkan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di sela-sela rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (16/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data yang disampaikan kepada Komisi VI, prognosa dividen tahun 2008 PGAS mencapai Rp 582,97 miliar. Lebih besar dari dividen tahun buku 2007 yang hanya Rp 429,13 miliar. Pasalnya, prognosa pendapatan dan laba bersihnya juga meningkat masing-masing menjadi Rp 10,37 triliun dan Rp 2,35 triliun
Lalu BBNI diperkirakan akan menyetor Rp 458,16 miliar, lebih besar dari dividen tahun buku 2007 yang sebesar Rp 342,89 miliar. Pendapatan dan laba bersih bank pemerintah itu di 2008 diperkirakan masing-masing sebesar Rp 13,22 triliun dan Rp 1,2 triliun.
Tahun 2007 silam, BNI membukukan pendapatan Rp 19,01 triliun dan laba bersih Rp 900 miliar.
Sedangkan WIKA diperkirakan menyumbang dividen Rp 29,66 miliar, lebih besar dari tahun buku 2007 sebesar Rp 23,88 miliar. Kinerja WIKA sepanjang 2008 diperkirakan akan memperoleh pendapatan sebesar Rp 5,25 triliun, lebih besar dari tahun sebelumnya sebanyak Rp 4,30 triliun. Laba bersihnya meningkat menjadi Rp 140 miliar dari sebelumnya Rp 130 miliar.
Yang terakhir adalah JSMR yang akan menyumbang dividen Rp 49 miliar. Nilainya lebih kecil ketimbang dividen tahun lalu yang mencapai Rp 68,12 triliun.
Padahal, pendapatan dan laba bersih JSMR tahun 2008 diperkirakan akan meningkat menjadi masing-masing Rp 2,87 triliun dan Rp 640 miliar. Tahun 2007, Jasa Marga sudah membukukan pendapatan Rp 2,64 triliun dan laba bersih sebesar Rp 280 miliar.
(ang/lih)











































