Namun khusus tahun ini, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan fokus pada peningkatan belanja modal alias capital expenditure (capex) sejumlah BUMN di sektor strategis untuk mengantisipasi lambannya pertumbuhan sektor riil di tahun 2009.
Demikian hal itu diungkapkan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di sela-sela rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (16/2/2009).
"Pada prinsipnya, kita akan tetap berpegang kepada tugas pokok dan fungsi Kementerian Negara BUMN maupun rencana pembangunan jangka menengah 2004-2009," katanya.
Rinciannya belanja modal dan operasional 63 BUMN berdasarkan sektornya adalah sebagai berikut:
Sektor Pertambangan dan Penggalian
Capex dan Opex 2008 Rp 17,3 triliun dan Rp 449,96 triliun
Capex dan Opex 2009 Rp 24,419 triliun dan Rp 396,6 triliun
Sektor Perkebunan, Pertanian dan Kehutanan
Capex dan Opex 2008 Rp 29 triliun dan Rp 88,5 triliun
Capex dan Opex 2009 Rp 5,4 triliun dan Rp 105,4 triliun
Sektor Listrik dan Gas
Capex dan Opex 2008 Rp 39,8 triliun dan Rp 162,4 triliun
Capex dan Opex 2009 Rp 60,1 triliun dan Rp 138,5 triliun
Sektor Industri Pengolahan
Capex dan Opex 2008 Rp 732 miliar dan Rp 2,5 triliun
Capex dan Opex 2009 Rp 6,7 triliun dan Rp 20,4 triliun
Sektor Pengangkutan dan Telekomunikasi
Capex dan Opex 2008 Rp 27 triliun dan Rp 78,8 triliun
Capex dan Opex 2009 Rp 40,8 triliun dan Rp 90,9 triliun
Sektor Keuangan dan Jasa Perusahaan
Capex dan Opex 2008 Rp 1,9 triliun dan Rp 36,3 triliun
Capex dan Opex 2009 Rp 2,1 triliun dan Rp 48 triliun
Sektor Konstruksi, Perdagangan dan Hotel
Capex dan Opex 2008 Rp 4,8 triliun dan Rp 2,6 triliun
Capex dan Opex 2009 Rp 7,1 triliun dan Rp 3,9 triliun
Sofyan juga mengatakan, selain peningkatan capex, kebijakan Kementerian Negara BUMN juga pada peningkatan penyaluran dana kepada sektor riil.
(ang/lih)










































