Demikian diungkapkan oleh Deputi Bidang Agro Insdustri Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Agus Pakpahan di sela-sela rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (16/2/2009).
"Sekarang ini FS-nya (feasebility study) sedang jalan, ini butuh beberapa bulan saja. Kalau sudah selesai baru kita mulai pembangunannya," katanya.
Proyek utama yang akan dilakukan tiga BUMN perkebunan tersebut antara lain, pembangunan pabrik biodiesel berkapasitas 400.000 ton per tahun dengan nilai investasi sebesar Rp 237,5 miliar dan US$ 17,5 juta. Lalu ada proyek bioethanol dengan nilai proyek Rp 350 miliar dan proyek biodiesel berkapasitas 60.000-100.000 MT per tahun dengan nilai proyek US$ 17,5 juta.
Ia mengatakan, jangka waktu yang diperlukan untuk membangun ketiga proyek tersebut diperkirakan 2 tahun setelah feasebility study selesai.
"Komposisi pendanaannya biasanya 70 persen pinjaman dan 30 persen kas internal," ujarnya.
Menurutnya, pinjaman tersebut akan diambil dari bank dalam negeri, dengan prioritas Bank BUMN. "Kita cari yang paling murah saja," katanya.
Proyek pengembangan tersebut merupakan bagian dari rencana Kementerian Negara BUMN dalam meningkatkan proyek-proyek strategis dalam mengantisipasi lambannya pertumbuhan sektor riil di tahun 2009 ini. (ang/lih)











































