Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VII Sony Keraf yang menjadi pimpinan rapat dengar pendapat di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (16/2/2009).
Sony menjelaskan, Komisi VII merasa Pertamina tidak kooperatif dan dinilai tidak ingin diawasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada rapat dengar pendapat yang digelar hari ini, Pertamina dan Komisi VII memang kembali bersitegang. Komisi VII merasa terseinggung dengan sebuah surat yang dilayangkan Pertamina.
Dalam surat tersebut, Pertamina mengaku kecewa dengan rapat sebelumnya karena ada anggota Komisi VII yang mempertanyakan hal-hal di luar agenda rapat.
Menurut Sony, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anggota dewan merupakan bagian dari fungsi pengawasan yang dilakukan DPR.
"Pertanyaan itu kan termasuk dalam fungsi pengawasan. Dalam pengawasan, kita sah dong untuk mempertanyakan kenapa Anda ditunjuk. Bagaimana Anda bisa tunjukan kemampuan Anda Sehingga bisa pimpin perusahana negara, harusnya dia bisa jawab dengan berikan kinerja. Kalau meyakinkan kita, kan bisa berarti dia punya kemampuan," tambahnya.
Akibat perselisihan ini, rapat kembali ditutup sebelum selesai dan membuat Dirut Pertamina Karen Agustiawan tak kuasa menahan mata yang berkaca-kaca.
(lih/qom)











































