Menurut Wakil Ketua KomisiΒ VII DPR Soetan Batoegana, pemanggilan ini merupakan hasil rapat internal Komisi VII.
"Keputusan rapat internal kita akan mengklarifikasi surat itu dengan mengundang Menneg BUMN Sofyan Djalil, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Komisaris Utama Pertamina dan Direktur Utama Pertamina. Besok malam sekitar pukul 19.30 WIB" ujar SoetanΒ saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (17/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu tujuan mereka benar. Kita kan tahu dalam rapat terkadang kita suka melebar. Saya suka bilang kepada mereka (pihak yang diundang komisi VII seperti Pertamina), kalau rapat dengan DPR jangan diambil hati, biarkan proses berjalan yang pentingkan hasilnya. Inikan panggung politik," jelasnya.
Bahkan ia menilai ancaman anggota Komisi VII untuk mengganti Dirut Pertamina adalah sikap yang emosional.
"Ada yang bilang dipecat, kita tidak boleh mendzalimi seperti itu. Jangan emosional lah. Memang DPR punya hak imunitas, tapi hak imun tersebut harus positif," ungkapnya.
Saat ditanya apakah komisi VII akan meminta Pertamina meminta maaf atas tindakan kemarin, Soetan menilai hal hal itu tidak perlu dilakukan.
"Kita juga tidak bisa minta mereka minta maaf, tapi lihat sajalah apa hasil rapat dengan komisi VII besok malam," ujar politisi Partai Demokrat ini.
Sementara itu, anggota komisi VII lainnya Alvin Lie menjelaskan pihaknya akan berbicara dengan Menneg BUMN dan ESDM untuk mengingatkan sikap Pertamina.
"Kami akan membahas dengan Menneg BUMN dan Menteri ESDM selaku 'orang tua' Pertamina agar mereka dapat mendisiplinkan anak mereka yang nakal," katanya dalam pesan singkatnya kepada detikFinance.
(lih/qom)











































