Calsium Silicate Board biasa digunakan untuk keperluan plafon bangunan dan partisi yang merupakan komponen penting dalam pembangunan sektor properti.
Menurut CEO PT Bakrie Building Industries Anton Sukartono rencana penjajakan pembangunan pabrik calcium silicate tidak terlepas dari permintaan rekanan bisnis Bakrie Building yang berada di Qatar dan mitra Malaysia yang bergerak bidang konstruksi dan distribusi bahan bangunan yaitu Tech Air Corporation.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kata Anton hingga kini pihaknya masih mempertimbangkan hal tersebut, saat ini perseroan masih akan fokus pada penjajakan pasar Timur Tengah termasuk Qatar yang potensi pasarnya bisa mencapai Rp 300 miliar per tahun.
"Kita harus tahu dulu resource di sana, ada bahan bakunya nggak. Tapi saya yakin ada, lalu soal SDM disana," ujarnya.
Mengenai jumlah investasi, lanjut Anton, sangat tergantung dengan kondisi di Qatar, karena menyangkut pembebesan lahan, pembelian mesin dan lain-lain. Misalnya ia mencontohkan untuk invetasi line satu mesin bisa menelan Rp 100 miliar, atau untuk meladeni pasar Qatar dan Timteng setidaknya dibutuhkan pembangunan 3 line produksi.
"Dengan 3 line itu bisa memproduksi 40.000 sampai 50.000 ton per tahun," imbuh Anton.
Ia menggarisbawahi, tawaran ekspansi ke Timur Tengah termasuk ke Qatar sangat menarik, karena bisa menekan biaya pengapalan yang bisa menelan 20% dari harga barang. Namun dalam kondisi saat ini, pengembangan produksi di dalam negeri, relatif lebih baik karena bisa memberikan nilai tambah bagi bahan baku lokal.
Dikatakannya saat ini penetrasi ekspor dua tahun kedepan ke pasar Timur Tengah sangat menguntungkan karena selain terbantu oleh melemahanya kurs rupiah terhadap dollar AS, faktor negara-negara Timur Tengah yang relatif lebih aman dari dampak krisis global sangat membantu ekspor produk bangunan.
Sementera itu Komisaris Utama PT Bakrie Building Industries Bobby Gafur Umar mengatakan rencana dari realisasi itu masih menunggu penjajakan pasar produk calcium silica board yang sedang dilakukan saat ini.
"Kita lihat dulua 2 sampai 3 tahun ke depan, bagaimana respons pasar disana," ucap Bobby.
Seperti diketahui, PT Bakrie Building Industries telah melakukan penjajakan pasar ke Timur Tengah dengan melakukan ekspor perdana calcium silicate board ke beberapa negara Timur Tengah seperti Dubai, Abu Dhabi, Qatar, Kuwait dan lain-lain.
Ekspor perdana ke Timur Tengah ini merupakan kerjasama antara Bakrie Building Industries dengan perusahaan asal Malaysia yang bergerak bidang konstruksi dan distribusi bahan bangunan yaitu Tech Air Corporation yang akan dilakukan selama 2 tahun secara bertahap dengan nilai Rp 350 miliar.
Bakrie Building Industries telah juga mengekspor produk bangunan lainnua ke beberapa negara diantaranya ke Hongkong, Australia, Malaysia, dan ekspor skala kecil kebeberapa negara Afrika Barat, Taiwan, Srilanka dan Maldives. (hen/ir)











































