BUMN Perkebunan Geber Proyek Strategis di 2009

BUMN Perkebunan Geber Proyek Strategis di 2009

- detikFinance
Selasa, 17 Feb 2009 14:25 WIB
BUMN Perkebunan Geber Proyek Strategis di 2009
Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan akan melaksanakan beberapa proyek strategis di tahun 2009. Pelaksanaan proyek tersebut dimaksudkan untuk mengatasi perlambatan sektor riil yang diperkirakan masih akan terjadi di sepanjang tahun 2009.
Β 
Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu, dari 14 PT Perkebunan Nusantara (PTPN), saat ini baru 7 perusahaan plat merah yang melaporkan dana investasinya tahun 2009.
Β 
"Sisanya masih akan menyusul secepatnya," katanya di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (17/2/2009).
Β 
Proyek-proyek tersebut antara lain, pembangunan Kawasan Industri Sei Mangkei (KISM) dengan nilai investasi sebesar Rp 79 miliar. Dalam kawasan tersebut, PTPN III akan membangun pabrik palm kernel oil (PKO) dengan kapasitas 400 ton per hari.
Β 
Sedangkan PTPN XIII akan membangun PKO di Pamukan, Kalimantan Selatan dengan kapasitas 150 ton per hari. Total investasi kedua proyek tersebut mencapai Rp 107,7 miliar.
Β 
Pabrik kelapa sawit yang sudah ada di KISM tersebut juga akan ditingkatkan kapasitasnya dari 30 ton per jam menjadi 75 ton per jam dengan total investasi sebesar 182 miliar.
Β 
Perusahaan pemerintah sektor perkebunan itu juga akan membangun pabrik kelapa sawit Kembayan berkapasitas 30 ton tbs per jam ext 60 ton tbs per jam dan pabrik kelapa sawit Pelaihari berkapasitas 30 ton tbs per jam ext. 60 ton tbs per jam dengan total investasi Rp 137,37 miliar.
Β 
Menurut Deputi Bidang Agro Industri Kementerian Negara BUMN Agus Pakpahan, saat ini ketiga proyek di atas masih dilakukan feasebility study-nya sehingga belum ditentukan akan dilakukan oleh PTPN yang mana.
Β 
"Nanti kalau feasebility study sudah selesai nanti ketahuan siapa yang akan bikin dan pendanaannya," ujarnya kemarin.
Β 
Kementerian juga sedang melakukan feasebility study untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga bio massa yang akan menggunakan bahan bakar dari cangkang, tandan kosong dan serabut sisa sawit. Pembangkit tersebut diperkirakan memiliki kapasitas 2x6 mw dengan total investasi sebesar Rp 212 miliar.



(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads