Harga Gas Senoro Bisa di Atas US$ 6/mmbtu

Harga Gas Senoro Bisa di Atas US$ 6/mmbtu

- detikFinance
Selasa, 17 Feb 2009 19:06 WIB
Harga Gas Senoro Bisa di Atas US$ 6/mmbtu
Jakarta - PT Pertamina (Persero) yakin formula harga gas Senoro akan menguntungkan Indonesia. Jika pada 2015 harga minyak berada di atas US$ 70 per barel, harga gas Senoro bisa mencapai US$ 6 per mmbtu.

Demikian terungkap dalam jawaban tertulis Pertamina ke DPR yang dikutip detikFinance, Selasa (17/2/2009).

Dalam keterangan tertulis tersebut, Pertamina memperkirakanΒ  pada saat gas mulai diproduksi pada 2015, harga minyak yang menjadi patokan akan lebih tinggi dari saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diharapkan harga crude di atas US$ 70 per barel sehingga harga gas cukup baik diatas US$ 6 per mmbtu. Harga ini masih lebih tinggi jika dibandingkan harga pada kontrak LNG Fujian dan Posco," demikian jawaban Pertamina.

Menurut data tersebut, keikutsertaan Pertamina dalam pembangunan kilang LNG Donggi-Senoro dilaksanakan dengan kepemilikan sebesar 29 persen, setelah mempertimbangkan aspek kemampuan pendanaan serta resiko investasi.

PT Pertamina persero menetapkan konsep bisnis LNG downstream untuk mengelola kekhasan kompleksitas ladang gas donggi senoro.

Fasilitas LNG Donggi Senoro yang dikembangkan dengan menggunakan pengembangan hilir menggunakan sejumlah pertimbangan.

  • Pertama, pemerintah RI tidak terekspos pada lialibilites dalam penjualan LNG (misalnya bila terjadi shortfall gas, keterlambatan pembangunan kilang LNG, gas depletion, atau permasalahan operasional LNG).
  • Kedua, tidak diperlukan goverment guarantee seperti di proyek LNG Tangguh,
  • Ketiga, tidak memeberatkan kondisi negara karena apabila dengan pola hulu, maka biaya pembangunan kilang LNG akan di-reimbursed ke negara sebagai cost recovery.
  • Keempat, investasi kilang LNG tersebut merupakan investasi langsung penanaman modal asing (PMA).
  • Kelima, bagian pendapatan negara sudah positif sejak Kilang LNG beroperasi.

Sebagaimana diketahui, ladang gas Donggi Senoro tersebar di beberapa lokasi berbeda di WKP PT Pertamina EP dan JOB Pertamina-Medco Tomori Sulawesi dengan volume gas diperkirakan mencapai 2,2 juta triliun cubic feet (TCF). Ladang ini tidak termanfaatkan selama lebih 28 tahun, sebelum Pertamina masuk menjadi pengelola.

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads