Harga komoditas baik energi, tambang maupun perkebunan sempat berjaya pada triwulan I-2008, namun krisis global yang muncul membuat permintaan anjlok dan harga ikut terjungkal.
"Yang mulai duluan akan meningkat adalah komoditas, lalu mungkin juga pasar modal, disusul sektor keuangan dan jasa. Kalau manufacturing mungkin akan makan banyak waktu karena tergantung pada ekspor," kata pemilik kelompok usaha Lippo, James Riyadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
Sementara untuk sektor properti James melihat bisa menjadi fondasi untuk pemulihan ekonomi Indonesia. Meskipun saat ini permintaan rumah turun namun harga tetap tidak turun tapi tetap dicari karena kebutuhan mendasar. Pemulihan properti cukup cepat karena jangka waktunya pendek.
James memperkirakan sampai setahun ini permintaan properti tertahan karena pembeli cenderung menunda pembelian tapi bukan berarti konsumen tidak membutuhkannya.
"Jadi pada saat kepercayaan sudah kembali lagi, ya akan terangkat lagi. Jadi kuncinya adalah confidence. Jadi pemilu juga diharapkan bisa lancar dan pemerintahan yang baru yang akan terbentuk harus bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat," ujar James.
Jika Steve H Hanke memprediksi krisis akan berlangsung selama 16 bulan sejak Desember 2007 dan pemulihan (bottom out) baru mulai kelihatan pada tengah tahun, James memprediksi dampak pemulihan baru akan terasa diakhir tahun.
"Pada Desember lah," cetusnya.
(ir/qom)











































