RI Harapkan Bilateral Swap dengan AS

RI Harapkan Bilateral Swap dengan AS

- detikFinance
Kamis, 19 Feb 2009 07:04 WIB
RI Harapkan Bilateral Swap dengan AS
Jakarta - Pemerintah Indonesia mengharapkan kerjasama bilateral swap (BSA) dengan AS agar dampak krisis global khususnya ke Indonesia bisa diminimalisir.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani
saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu malam (18/2/2009).

"Indonesia sekarang bilateral swap dalam rangka Chiang Mai Initiative. Mungkin ada
bagusnya juga dengan AS kita punya, terutama US dolar. Kan AS tinggal cetak saja.
Jadi hal-hal seperti itu mungkin akan bisa kita sampaikan sebagai suatu
pemikiran-pemikiran," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemikiran-pemikiran seperti inilah yang akan disampaikan pemerintah dalam kesempatan
kunjungan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton ke Indonesia. "Seluruh komponen
untuk confidence terhadap neraca pembayaran dan APBN perlu terus dijaga," ujarnya.

Namun dikatakan Sri Mulyani memang cukup sulit mengharapkan AS bisa memberikan
bantuan bilateral swap kepada Indonesia, karena AS tidak pernah melakukan hal
tersebut.

"AS tidak pernah lakukan itu, kecuali yang dilakukan AS kemarin dia memberikan kepada Singapura, Brasil dan Meksiko," imbuhnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani kembali menyatakan bahwa setiap terjadi guncangan perekonomian di AS, maka selalu menimbulkan guncangan terhadap neraca pembayaran Indonesia.

"Jadi mungkin akan menjadi kesempatan yang baik kalau seandainya sumber persoalan di
AS tidak menimbulkan ke Asia terutama ke Indonesia. Mungkin bisa dibuat mekanisme
supaya itu bisa diminimalisir," katanya.

Dan salah satu contohnya adalah kerjasama bilateral swap yang diyakini bisa meminimalisir dampak guncangan yang terjadi di AS terhadap Indonesia.

Meskipun begitu, Sri Mulyani mengatakan untuk kerjasama bilateral swap ini bentuknya masih pemikiran, belum dalam tahap komitmen karena disampaikan kepada Menlu AS. Indonesia sendiri saat ini tercatat sudah menjalin bilateral swap dengan sejumlah negara Asia seperti China, Jepang dan Korsel dalam kerangka Chiang Mai Initiative.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads