RI Berharap Krisis Ekonomi AS Segera Berakhir

RI Berharap Krisis Ekonomi AS Segera Berakhir

- detikFinance
Kamis, 19 Feb 2009 07:08 WIB
RI Berharap Krisis Ekonomi AS Segera Berakhir
Jakarta - Amerika Serikat (AS) diharapkan dapat segera pulih dari situasi krisis ekonomi yang melandanya, sehingga pengaruhnya terhadap perekonomian dunia tidak semakin parah.

Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani
saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu malam (18/2/2009).

"Sebenarnya dari keseluruhan agenda yang sesuai dengan tema krisis ekonomi global,
tentunya kita harapkan dari AS segera recover sehingga tidak mempengaruhi
keseluruhan kesehatan ekonomi dunia," tuturnya menanggapi kunjungan Menteri Luar
Negeri AS Hillary Clinton ke Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan AS diharapkan ikut mendukung agenda reformasi lembaga-lembaga mulilateral seperti IMF, Bank Dunia dan ADB, karena posisi AS sebagai pemegang saham utama dari beberapa lembaga multilateral.

"Karena dia sebagai major stakehloder di situ bisa menentukan dan sangat penting
bagi lembaga-lembaga itu tentu untuk mendorong reserve," ujarnya.

Sri Mulyani mengatakan untuk hubungan bilateral dengan Indonesia, AS diminta untuk
menjadikan Asia sebagai bagian dari solusi persoalan krisis ekonomi global. Caranya
adalah mendukung agar momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik,

Untuk APBN sendiri, pemerintah dikatakan Sri Mulyani akan melihat apakah ada
kemungkinan bagi Indonesia untuk mendapatkan bantuan pembiayaan defisit dari AS.

"Selama ini kan budget defisit financing yang dilakukan dan sudah mendapatkan respon
yang baik yang berasal dari bilateral terutama Jepang, AS dan negara-negara Eropa.
Mereka (AS) biasanya punya skim khusus kita akan lihat saja kemungkinan itu,"
paparnya.

Sementara itu menanggapi paket stimulus fiskal AS yang telah disetujui sebesar US$
787 miliar, Sri Mulyani mengatakan dampaknya belum terasa karena belum efektif.

"Kalau dia sudah bekerja efektif dan membuat ekonomi akan menjadi stabil, saya rasa
pasti ada pengaruhnya kepada seluruh dunia termasuk Indonesia," pungkasnya.



(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads