Tarif Haji Garuda 2009 Dipisahkan dari Harga Minyak

Tarif Haji Garuda 2009 Dipisahkan dari Harga Minyak

- detikFinance
Kamis, 19 Feb 2009 10:01 WIB
 Tarif Haji Garuda 2009 Dipisahkan dari Harga Minyak
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mengkaji untuk memisahkan tarif bahan bakar dari ongkos naik haji PT Garuda Indonesia pada tahun ini. Dengan begitu, para calon jemaah haji tidak perlu cemas jika terjadi kenaikan maupun penurunan harga minyak dunia yang tidak bisa diprediksi.

Demikian disampaikan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (19/2/2009).

"Tahun ini akan diatur lebih baik bahwa tarif minyak itu adalah di luar ongkos haji kalau diperjanjikan. Tarif minyak itu dipisahkan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, kelebihan tarif haji calon jamaah Garuda yang rencananya akan dikembalikan, dinyatakan batal. Pasalnya, secara hukum tidak ada peraturan yang menyatakan Garuda harus mengembalikan kelebihan uang para calon jamaah.

"Secara hukum, tidak ada dasarnya. Tapi kalau Garuda mau memberikan sejenis tanda mata, tanda terima kasih, atau oleh-oleh, cinderamata itu enggak apa-apa," imbuhnya.

Menurutnya, memang pada tahun 2008, BUMN penerbangan tersebut mendapat dana tambahan dari penurunan minyak dunia. Namun ia menambahkan, harus dilihat juga pada tahun 2007 saat harga minyak melambung tinggi saat itu Garuda mendapat kerugian yang cukup besar.

"Garuda akan melakukan sesuatu untuk kompensasi dengan cara lain, karena dalam kontrak tidak ada kewajiban. Karena kalau dulu harganya (minyak dunia) naik, Garuda harus rugi. Tapi kalau harganya turun, Garuda dapat additional income," ujarnya.

Jadi, menurut Sofyan, keuntungan Garuda saat ini bisa dibilang menutupi kerugian yang dideritanya tahun 2007 silam.

(ang/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads