Β
Hal ini dikatakan oleh pengamat ekonomi Faisal Basri dalam seminar 'Kebijakan Perpajakan untuk Menjawab Tantangan dalam Krisis Global' di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (19/2/2009).
Β
"Seperti Panasonic yang berencana membuka sebuah pabrik di Indonesia, padahal dia menutup 24 pabriknya di seluruh dunia akibat krisis. Saya bangga karena saya yang ikut meyakinkan mereka waktu di Jepang," tuturnya.
Β
Faisal mengatakan, Panasonic meminta kepada pemerintah untuk berusaha menutup impor ilegal masuk ke Indonesia. "Karena 50% produk elektronik yang masuk ke Indonesia itu lewat jalur ilegal," ujarnya.
Β
Karena itu, dalam rangka pengamanan sektor perdagangan dalam kondisi krisis, pemerintah harus bekerja keras dalam menjaga pasar dalam negeri serta memberikan stimulus yang tepat sasaran.
Β
"Saya heran kenapa pemerintah memberikan subsidi pajak ke sektor minyak goreng, mungkin karena mau pemilu, agar rakyat senang," ujarnya.
Β
Faisal juga mengkritik lambatnya kerja DPR dalam menyetujui paket stimulus fiskal pemerintah, karena dalam kondisi krisis yang terjadi, stimulus tersebut harus segera diimplementasikan.
Β
"AS sudah menyetujui paket stimulus US$ 787 miliar, dalam stimulus harus ada injeksi dosis tinggi. China sangat responsif dengan menggelontorkan stimulus US$ 586 miliar. Sementara Indonesia sampai Februari mau habis, belum disetujui," pungkasnya. (dnl/lih)











































