Hal ini dikatakan oleh pengamat ekonomi Faisal Basri dalam seminar 'Kebijakan Perpajakan Untuk Menjawab Tantangan Dalam Krisis Global' di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (19/2/2009).
Â
"Pengelolaan keuangan tidak baik karena ulah pemerintah sendiri. Pemerintah seperti drakula yang menyerap darah dan keringat masyarakat lebih banyak, pajak digalakkan, namun spending tidak benar," tandasnya.
Â
Jadi pemerintah dinilai tidak adil, menyerap pajak banyak yang terlihat dari meningkatnya penerimaan pajak, namun pengeluaran tidak lancar.
Â
"Sehingga pada tahun 2008 lalu, rata-rata uang pemerintah yang menganggur di BI jumlahnya adalah Rp 150 triliun, bahkan sampai akhir tahun dana yang menganggur masih Rp 100 triliun," tuturnya.
Â
Dijelaskan Faisal, kondisi ini yang menyebabkan Indonesia mengalami krisis likuiditas sehingga merembet kepada sulitnya penurunan suku bunga perbankan meskipun BI Rate sudah diturunkan beberapa kali.
(dnl/qom)











































