Pemerintah Mulai Antisipasi Kenaikan Harga Minyak

Pemerintah Mulai Antisipasi Kenaikan Harga Minyak

- detikFinance
Jumat, 20 Feb 2009 12:14 WIB
Pemerintah Mulai Antisipasi Kenaikan Harga Minyak
Jakarta - Harga minyak mentah dunia kini memang sedang rendah, namun ke depannya masih belum jelas. Pemerintah pun kini mulai mempersiapkan antisipasi kenaikan harga minyak dunia.

"Sekarang harga crude memang masih turun, tapi ke depan bisa naik lagi. Jangan sampai kalau itu naik lagi kita tergopoh-gopoh. Jadi mulai sekarang kita sudah harus mulai persiapkan dengan baik apa saja langkahnya," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai diterima SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (20/2/2009).

Apa langkah persiapannya, Purnomo mengaku belum bisa menyampaikan. Namun salah satu opsinya adalah demand set management.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Purnomo menggarisbawahi bahwa ini bukan berarti pemerintah akan menaikkan harga BBM. Yang pasti, persiapan harus tetap dilakukan meski harga minyak internasional kini masih rendah.

"Ini tentang kecenderungan harga crude international lho, bukan BBM domestik. Jadi hati-hati jangan bilang harga BBM mau kita naikkan. Sekarang ini mumpung harga minyak internasional masih rendah, makanya kita berpikir untuk jangka menengah. Bila nanti harga minyak naik, pikiran apa yang harus kita siapkan," urainya.

Harga minyak mentah dunia memang terus turun dan sempat menyentuh US$ 32 per barel. Pada perdagangan kemarin, harga minyak sempat naik hingga 14% karena cadangan minyak mentah AS yang ternyata turun 200.000 barel.

Namun pada perdagangan akhir pekan ini di pasar Asia, harga minyak kembali turun. Kontrak berjangka utama minyak jenis light sweet pengiriman Maret turun 78 sen menjadi US$ 38,70 per barel. Sementara minyak Brent turun 43 sen ke level US$ 41,56 per barel.


(qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads