Rapat perdamaian tersebut sengaja digelar setelah terjadi kisruh antara Pertamina dengan Komisi VII DPR beberapa waktu yang lalu.
"Saya sudah dapat undangan dari Komisi VII, nanti akan diwakili Sekmeneg (Said Didu) dan Deputi (Sahala Lumban Gaol)," katanya di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada instruksi khusus dari saya, mereka semua sudah dewasa jadi harus selesaikan dengan baik. Pertamina sebaiknya damai di bumi, semua nyaman," ujarnya.
Ia juga mengatakan tidak akan menentukan pihak mana yang benar atau salah. Menurutnya, masing-masing BUMN sudah memiliki standard operational procedure (SOP) yang berbeda.
"Saya kan bukan hakim untuk bisa tentukan yang benar dan salah," katanya.
(ang/qom)










































