Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Merpati Bambang Bhakti di kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/2/2009).
"Kita optimis bisa mendapat net profit Rp 70 miliar. Sedangkan untuk pendapatan tahun ini diharapkan bisa mencapai Rp 3 triliun," katanya.
Pada akhir tahun 2008, perseroan membukukan pendapatan Rp 2 triliun. Dengan begitu target kenaikannya sebesar 10 persen dari perolehan pendapatan tahun lalu.
Dengan banyaknya pembenahan yang harus dilakukan, maka perusahaan plat merah tersebut tidak akan mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun ini.
"Capex kita nol," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ia akan mendorong jajaran manajemen Merpati untuk mengalihkan fixed cost menjadi variable cost.
Ia mengatakan, dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) 2009 terdapat rencana penambahan armada jet jenis Boeing 737 menjadi 16 pesawat dari yang sebelumnya hanya 10 pesawat. Sedangkan pesawat propeller jenis CN 235 dan Cassa menjadi 19 unit pesawat dari yang sebelumnya 10 pesawat.
“Penambahannya lewat KSO dengan 14 pemerintah provinsi dan sejumlah pengusaha," imbuhnya. (ang/lih)











































