Pendapatan Negara dari Sektor Energi Hilang Rp 295 T

Pendapatan Negara dari Sektor Energi Hilang Rp 295 T

- detikFinance
Jumat, 20 Feb 2009 16:59 WIB
Pendapatan Negara dari Sektor Energi Hilang Rp 295 T
Jakarta - Negara diprediksi kehilangan penerimaan sebesar Rp 295 triliunΒ  dari sektor migasΒ  dan tambang sepanjang tahun 2000 hingga 2008.
Β 
Hal ini disampaikan oleh Koordinator Divisi Pusat Data dan Analisis ICW, Firdaus Ilyas dalam jumpa pers kepada wartawan, di kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Jumat (20/2/2009).
Β 
"Kekurangan penerimaan negara dari sektor migas dan mineral sepanjangΒ  2000-2008, negara dirugikan lebih dari Rp 295 triliun lebih," ujar Firdaus.
Β 
Berdasarkan data ICW, kekurangan penerimaan minyak mentah sepanjang tahun 2000-2007 yaitu sekitar Rp 194 triliun, kerugian dari penerimaan gas sepanjang tahun 2000-2008 sebesar Rp 74,59 triliun, kerugian penerimaan royalti batubara dan mineral (6 jenis) 2000-2007 sebesar Rp 26,651 triliun.
Β 
"Dengan kerugian sekitar Rp 295 triliun ini, jika head to head anggaran, Rp 295 triliun ini sama dengan 20 kali dari anggaran kesehatan dan 3,5 kali dari anggaran pendidikan," jelas Firdaus Ilyas.
Β 
Untuk itu mengantisipasi terjadinya hal tersebut, Firdaus berharap agar rencana BPK untuk membentuk auditor khusus penerimaan negara termasuk dari sektor migas dan mineral di tahun ini dapat segera direalisasikan.

"Pak Anwar kan bilang sebelum pensiun dia mau membentuk itu, maka saya berharap itu bisa segera direalisasikan," katanya.
Β 
Selain itu, lanjut Firdaus, pemerintah juga harusΒ  melakukan pembenahan dan transparansi dalam sektor ini.

"Selain itu, untuk penegakan hukumnya seperti KPK dan Kepolisian serta Kejaksaan, mereka juga harus masuk," ungkapnya. (epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads