Demikian hal itu dikemukakan oleh Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva dalam pidatonya di Sekretariat ASEAN, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta, Sabtu (21/2/2009).
"ASEAN perlu memiliki sekretariat dengan infrastruktur yang lebih baik sehingga bisa mendukung sistem keuangan negara anggotanya lebih teratur," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dampak krisis global yang mulai terjadi akhir tahun lalu menunjukan dengan jelas, bahwa tidak ada negara yang kebal kepada ketidakpastian. Untuk membantu meringankan hal itu, maka harus banyak dilakukan pembicaraan dan kerjasama antar negara.
"Kita harus mengedepankan kerjasama sesama negara ASEAN. Krisis ekonomi global jangan dianggap sebagai persoalan bagi satu negara saja, para menkeu di ASEAN pasti saat ini sedang banyak tugas," tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini ASEAN terus-menerus melindungi dan memimpin negara-negara anggota-nya. Dalam situasi yang serba tidak pasti ini, diharapkan ASEAN dapat lebih responsif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi ASEAN saat ini adalah krisis pangan dan energi, begitu juga finansial liability negara-negara anggotanya. Kerjasama antar anggota harus diutamakan karena sudah terbukti efektif.
"Saat ini masih banyak ruang untuk kerjasama baru sehingga kita bisa melawan tantangan itu dan memberi proteksi pada masyarakat," katanya.
(ang/qom)











































