Pertamina Waspadai 'Rapat Perdamaian' Melebar dari Agenda

Pertamina Waspadai 'Rapat Perdamaian' Melebar dari Agenda

- detikFinance
Minggu, 22 Feb 2009 12:02 WIB
Pertamina Waspadai Rapat Perdamaian Melebar dari Agenda
Jakarta - Komisi VII DPR akan menggelar 'rapat perdamaian' yang membahas klarifikasi surat protes Pertamina. Pertamina pun bersiap-siap jika rapat yang digelar Senin (23/2/2009) besok kembali melebar dari agenda yang sudah ditentukan.

VP Communications Pertamina Anang Rizkani Noor menjelaskan, pihaknya memang tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadiri rapat besok yang beragendakan klarifikasi surat protes Pertamina.

"Persiapannya biasa saja. Kita hanya mempersiapkan penjelasan mengenai latar belakang surat tersebut," ujar Anang saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (23/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Anang menyatakan, Pertamina tetap mempersiapkan paparan mengenai kinerja perseroan sebagai antisipasi jika rapat melebar dari agenda yang sudah ditetapkan.

"Kalau kemudian berkembang ke rapat lain mengenai kinerja Pertamina, maka kami juga mempersiapkan bahan-bahan yang terkait kinerja Pertamina, Tapi nampaknya besok pembahasannya lebih ke surat itu, karena dalam undangannya pun perihal klarifikasi mengenai surat tersebut," tuturnya.

Saat ditanya apakah Pertamina akan menarik surat protes tersebut dan meminta maaf kepada DPR, Anang enggan berkomentar.

"Yang paling penting kami akan datang sesuai dengan undangan yang disampaikan kepada kami. Kami akan memberikan klarifikasi. Kalau dari situ ada perkembangan lain, kita lihat saja nanti," tandasnya.

Anang menambahkan dalam rapat besok, seluruh jajaran direksi diagendakan akan hadir dalam rapat tersebut.

"Jajaran direksi dan Komisaris Utama juga siap memenuhi undangan tersebut," jelas Anang.

Seperti diketahui, dalam  rapat dengar pendapat yang digelar Senin (16/2/2009), Pertamina dan Komisi VII kembali bersitegang. Komisi VII merasa tersinggung dengan secarik surat yang dilayangkan Pertamina.

Dalam surat tersebut, Pertamina mengaku kecewa dengan rapat sebelumnya karena ada anggota Komisi VII yang mempertanyakan hal-hal di luar agenda rapat. Akibat perselisihan ini, rapat kembali ditutup sebelum selesai dan membuat Dirut Pertamina Karen Agustiawan keluar dari ruangan dengan mata yang berkaca-kaca.

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads