Demikian disampaikan Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Suyartono seperti dikutip dari situs Ditjen Migas, Minggu (22/2/2009).
"Selama tahun 2008, kecelakaan dalam kegiatan operasi hilir migas dengan kategori kecelakaan berat sampai fatal berjumlah 4 kali atau turun 33% dibanding tahun 2007 yang mencapai 6 kali. Sedangkan kecelakaan dalam kegiatan operasi hulu migas berjumlah 12 kali atau sama dengan tahun 2007," ujar
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan jumlah kecelakaan operasi migas ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dari pelaku bisnis migas tentang pentingnya keselamatan dalam kegiatan operasi migas," jelasnya.
Meski jumlahnya menurun, lanjut Suyartono, namun pemerintah akan tetap mengawasi secara ketat pelaksanaan kegiatan operasi migas.
“Kami mewajibkan perusahaan untuk melaporkan ke pemerintah jika terjadi kecelakaan migas. Biasanya kita turunkan tim untuk menelitinya,” ungkap Suyartono.
Suyartono menambahkan, mengenai kasus tumpahan minyak tahun 2008 di bidang hulu dan hilir migas, mencapai 317,4 barel. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 70% jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.056,6 barel.
(epi/lih)










































