Nilai ekspor TPT Indonesia ke Jepang tahun 2007 senilai US$ 603 juta atau meningkat pada 2008 sebesar 7,8% sejumlah US$ 650 juta. Selama ini pasar TPT Jepang didominasi oleh produk TPT China yang menguasai 77% lebih pasar Jepang, sedangkan Indonesia hanya mencapai 1,76%.
Seperti diketahui melalui kerjasama ekonomi Indonesia Jepang atau Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang tertuang dalam kerjasama pendampingan atau Manufacturing Industry Development Center (MIDEC) peneterasi pasar TPT Indonesia ke Jepang semakin terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga diharapkan dari sisi pangsa pasar produk TPT Indonesia ke Jepang meningkat setidaknya bisa meningkat 3,5%.
Secara keseluruhan nilai ekspor industri TPT tahun 2008 mencapai US$ 10,830 atau meningkat 7,63% dari tahun 2007 yang hanya US$ 10,003 miliar.
"Ekspor tersebut diharapkan mengalami peningkatan atau minimal bisa bertahan pada tahun ini," tambah Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam acara seminar produk TPT pasar Jepang, Senin (23/2/2009).
Fahmi menekankan dalam upaya meningkatkan pasar internasional khususnya untuk pasar Jepang, perlu adanya upaya mengikuti keinginan pasar. Termasuk dalam memperhatikan kebutuhan termasuk kondisi 4 musim negara tujuan ekspor seperti Jepang.
Selain itu, kata Fahmi sistem pengiriman yang cepat akan membantu produk Indonesia bisa lebih cepat di negara tujuan ekspor terkait karakter 4 musim. Faktor tren, mode, bahan, disain juga menjadi poin penting dalam upaya menembus ekspor pasar Jepang.
Dari sisi lapangan kerja sektor TPT pada tahun 2008 jumlah tenaga kerjanya yang terserap 1,284 juta orang, sedangkan pada tahun 2007 sebesanyak 49.750 orang.
(hen/ir)











































