Demikian disampaikan Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali di acara penandatanganan akad kredit UKM Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) antara PermataBank di Ruang Serba Guna/Pelatihan YDBA, Sunter, Senin (23/2/2009).
"UKM harus diproteksi. Saya ulangi, UKM harus diproteksi. Di luar negeri saja, seperti AS sudah mulai memproteksi. Untuk itu di Indonesia harus memproteksi juga," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sektor UKM perlu perhatian lebih. Survei BI menunjukan bahwa UMKM perlu diberikan kesempatan untuk mengakses lembaga keuangan. Bunga seharusnya tidak menjadi masalah, sehingga mereka tidak perlu rentenir," katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya penyebaran kucuran kredit UMKM. Saat ini kucuran kredit masih terpusat untuk UMKM di Pulau Jawa.
"Saat ini kredit untuk UMKM masih berpusat di Pulau Jawa. Daerah Jawa Barat pemberian kredit untuk UMKM mencapai Rp 11,9 triliun. Di DKI sendiri Rp 8,3 triliun dan di Jawa Timur mencapai Rp 8,2 triliun," katanya.
Ekspansi kucuran kredit untuk UMKM adalah hal yang memungkinkan karena alokasi KUR pada 2009 dinaikkan dari Rp 14,5 triliun di 2008 menjadi Rp 20 triliun di 2009.
"Hal ini guna menjaga krisis finansial global yang takutnya lebih parah lagi di tahun ini. Sebenarnya di Menkop sendiri ada dana khusus untuk UMKM, namun perlu pengelolaan dan mitra kerja seperti perbankan guna menjamin dana yang diberikan," katanya.
Kredit Tanpa Agunan Permata Bank
Pada kesempatan yang sama, Permata Bank bekerjasama dengan YDBA dalam menyalurkan kredit lunak kepada pengusaha kecil binaan YDBA.
Salah satu program YDBA adalah fasilitasi pembiayaan kepada UKM. Sebagai tahap awal kerjasama Permata Bank dengan YDBA, kredit lunak diberikan kepada 21 Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) yang tergolong skala usaha kecil. Kredit lunak diberikan dengan plafon Rp 20-100 juta, berjangka waktu hingga 36 bulan dengan alokasi di awal program sebesar Rp 5 miliar.
"Di tengah situasi yang penuh dengan dinamika saat ini, UKM merupakan salah satu sektor yang memiliki kemampuan bertahan (survive) yang baik. Oleh karena itu kami memiliki komitmen untuk senantiasa memberdayakan sektor ini agar tetap memiliki daya saing yang baik," kata Direktur PT Astra International Tbk. (AI) Michael D. Ruslim.
Sementara itu Direktur Retail Banking Permata Bank Lauren Sulistiawati mengatakan pihaknya mengincar banyaknya wirausaha skala kecil yang belum bankable namun prospek usahanya baik.
"Oleh karena itu skim penyalurannya kami buat sedemikian rupa sehingga debitur memiliki akses yang mudah terhadap fasilitas ini. Kredit diberikan tanpa mensyaratkan agunan, berbunga rendah dan memiliki plafon antara Rp 20-100 juta. Namun demikian unsur kehati-hatian tetap kami kedepankan dengan mensyaratkan debitur telah menjadi bengkel AHASS minimal satu tahun," katanya.
(lih/lih)











































