Hal ini berbeda dengan optimistis kalangan pengusaha yang memperkirakan ekspor TPT akan mengalami kenaikan ekspor dari US$ 10,7 miliar di 2008 menjadi US$ 11,07 miliar pada 2009.
"Ekspor tahun 2008 sekitar US$ 10,7 miliar, memang belum bisa direka masih dilakukan berbagai-bagai pembicaraan pasti berkurang, cuma berkurangnya jadi berapa belum bisa dilihat. Banyak yang memperkirakan, kalau pun berkurang tidak di bawah angka 8 (US$ 8 miliar)," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris di gedung Departemen Perindustrian, Senin (23/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Walaupun terkena krisis bagaimana pun produk yang penting mereka tidak bisa menghindari misal makanan, termasuk pakaian, paling jumlahya yang dikurangi, namun membeli pakaian bagi negara iklim 4 tidak bisa dihindari," paparnya.
Ia mencontohkan untuk negara-negara seperti Jepang terkenal sebagai pasar yang menerapkan selera tinggi bagi TPT, kualitas tinggi dan perubahan mode yang cepat.
Sehingga kata dia untuk bisa menggenjot ekspor, pasar potensial Jepang harus digenjot.
"Selera pasar harus diikuti selera pasar, kita tidak bisa mendikte selera dan kemauan pasar," ucapnya.
Seperti diketahui Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mencatat bahwa ekspor TPT tahun 2008 mencapai US$ 10,8 miliar dengan target ekspor pada 2009 US$ 11,07 miliar.
(hen/lih)











































