Hal ini disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam rapat kerja dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/2/2009).
"Untuk tahun 2009, kami menargetkan total investasi di sektor ketenagalistrikan sekitar U$S 7,542 miliar," ujar Purnomo.
Purnomo memaparkan total investasi tersebut terdiri dari investasi pembangkitan sebesar US$ 4,588 miliar, transmisi US$ 2,110 miliar, distribusi sebesar US$ 761,6 juta dan untuk energi terbarukan US$ 82,3 juta.
Target ini naik signfikan dibandingkan realisasi investasi di sektor ketenagalistrikan tahun lalu yang sebesar US$ 4,759 miliar. Investasi itu terdiri dari pembangkitan US$ 2,837 miliar, transmisi US$ 1,204,2 miliar, distribusi US$ 671,7 juta dan energi terbarukan US$ 46,3 juta.
Purnomo menambahkan untuk target rasio elektrifikasi nasional tahun ini sekitar 66,3 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu yang rasio elektrifikasinya 65,10 persen.
Perkiraan biaya pokok penyediaan tenaga listrik PLN tahun 2009 rata-rata Rp 931/kWh dengan rincian BPP tegangan tinggi Rp 673/kWh, BPP tegangan menengah Rp 781/kWh dan BPP tegangan rendah Rp 1.069/kWH.
"Saat ini pemerintah bersama dengan PLN tengah melakukan pembahasan dan perhitungan BPP untuk tiap daerah sesuai dengan sistem kelistrikan setempat," jelasnya.
Untuk target listrik perdesaan dari bahan bakar energi baru terbarukan tahun 2009 yaitu PLTS tersebar sebanyak 77.703 unit yang masing-masing 50 Wp, PLTMH sebanyak 48 unit, dengan total kapasitas 2501 kW dan PLTB sebanyak 6 unit dengan total kapasitas 480 kW. (epi/lih)











































